Global Travel Media » Blog Archive » The Influencers in Today’s Bali Culture and Crafts

Home » Resort News » Currently Reading:

The Influencers in Today’s Bali Culture and Crafts

April 18, 2018 Resort News No Comments Email Email

An inspirational talk show and performance to celebrate Indonesia’s potential held on Saturday, 14th of April, 2018. Committed to embrace the colorful arrays of philosophies within the local culture and craft, it is a huge honor for Amnaya Resort Kuta to invite talented artisans included Jean Couteau and Pintor Sirait.

Dr. Jean Couteau is a French artist, author and observer, has long lived in Indonesia. He is also a curator and former lecturer of the Indonesian Institute of Art (ISI) Denpasar and is often invited as a speaker in national and international cultural forums. Fluently speaks in English and Bahasa, he earned a master’s degree in Sociology from the Sorbonne University, France, while his doctorate degree was obtained from EHESS (Sorbonne branch) with a dissertation about the image iconography of Bali. He has written over 15 titles in English, French, Indonesian, including recent books published by @nowbalimag publisher on Myth, Magic and Mystery in Bali. He is a columnist of Udar Rasa in KOMPAS every week.

Pintor Sirait as Indonesian artist, will talk about metal sculpture and the influence in today’s Bali design. Born in 1962 to a German mother and a Sumatran Batak father, Pintor grew up in Bandung then moved to the United States for studying psychology and sculpture. He come back to Indonesia to express his passion through the creation of large-size installations and monumental sculptures of stainless steel. His remarkable work included steel sculptures of Formula 1 race cars, executed life size as well as in the smaller sizes of 3.6 and 1.2 metres with bullet holes. Other works of this talented artist is a magnificent stainless steel sculpture of an aero-plane, is accented in gold-plated copper – representative of Indonesia’s rich mineral resources, completed with a windshield etched with Cirebon’s classic and dreamy batik motif, “Mega Mendung” which means ‘huge cloudy sky’.

Accompanied by special presentation of Cynthia Limanouw; a fashion stylist of classic Indonesian batik. All of the vibrant cushions used to enhance the décor at Sukun Restaurant are by Cynthia Limanouw. With a background in graphic design and fashion styling, she has channelled her love of art to create a line of bespoke textiles under the name of Java East. Her latest designs are a modern take on classic Indonesian batik motifs using playful combinations of colour. Cynthia is talking about “batik” and styling it in new today’s fashion design.

“We invited distinguished speakers, authors and artisans, to share knowledges and passions for Bali to inspire all of us. An inspirational talk show and performance to celebrate Indonesia’s potentials,” General Manager Amnaya Resort Kuta Jeffrey Wibisono said.

Amnaya also proudly presents Diany Asmina Sinung, a talented Indonesian painter who will exhibit her 12 paintings and Dalang Cilik, Putu Adhyaksa Narendra Krishna “Narend’, who ever performed on Little Big Shots Indonesia; a young talented puppeteer, perform traditional puppet show.

Amnaya Resort Kuta a-116 room Bali hotel in South Kuta, combine luxuriness with modern-ethnic interior design with the touch of nature. As the first hotel brand in a series of 4-star boutique properties owned and operated by PT Tibi, Amnaya keeps the concept of a haven of relaxation in amidst the upbeat energy of Bali’s most colourful tourism district – a sense of calmness and oasis in the middle of South Kuta, Bali.

Diskusi dengan Para Tokoh Budaya dan Seni di Amnaya Resort Kuta

Dalam rangka melestarikan potensi Indonesia, Amnaya Resort Kuta mengadakan acara inspiratif talk show perdana pada Sabtu, 14 April 2018 pukul 15.00-18.00 WITA. Bertempat di Bale Gede multi-function room, acara talk show ini mengandeng beberapa pembicara yang pakar di bidangnya, antara lain Pintor Sirait dan Jean Couteau, dimana akan berbagi pengetahuan dan pengalaman mereka di bidang masing-masing, untuk menginspirasi generasi muda dalam mengeksplorasi bakat mereka serta mengeksplorasi potensi sumber daya Indonesia.

Dr. Jean Couteau, adalah seorang seniman, pengajar dan penulis asal Perancis. Telah lama bermukim dan fasih berbahasa Inggris dan Indonesia, beliau juga merupakan kurator dan mantan dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar dan sering diundang sebagai pembicara di forum nasional dan internasional. Memperoleh gelar master dalam bidang Sosiologi di Universitas Sorbonne, Perancis dan gelar doctor di EHESS (cabang Sorbonne) dengan disertasi mengenai ikonografi gambar Bali; Jean Couteau telah menerbitkan lebih dari 15 judul buku dalam Bahasa Inggris, Perancis dan Indonesia, termasuk buku-buku terbaru yang diterbitkan oleh @nowbalimag tentang Myth, Magic and Mystery in Bali. Sekarang Jean Couteau merupakan kolumnis Udar Rasa di KOMPAS.

Pintor Sirait sebagai seniman bertalenta Indonesia akan berbicara mengenai patung logam dan pengaruhnya dalam desain Bali dewasa ini. Pintor, lahir pada tahun 1962 dari seorang ibu Jerman dan seorang ayah keturunan Batak Sumatera; dibesarkan di Bandung yang kemudian pindah ke Amerika Serika. Di sana, ia mempelajari psikologi dan seni pahat; namun memiliki ketertarikan kuat dalam pembuatan maha karya dari baja bahan karat. Sehingga, Pintor memutuskan untuk kembali ke Indonesia dan menggeluti bidang yang ia senangi dalam hal mengekspresikan hasratnya melalui penciptaan instalasi berukuran besar dari baja tahan karat. Maha karyanya antara lain patung baja replica mobil Formula 1, berdimensi 3.6 dan 1.2 meter dengan banyak lubang peluru. Karya lain seniman berbakat ini adalah “Mega Mendung”; merupakan patung baja tahan karat berupa pesawat mehag, dengan tembaga berlapis emas – mengungkapkan bahwa Indonesia kaya akan sumber daya mineral. Karya tersebut dilengkapi dengan kaca depan yang diukir dengan motif batik klasik khas Cirebon. Dinamakan “Mega Mendung” yang berarti juga ‘langit mendung besar’.

Diskusi budaya ini juga disertai presentasi khusus oleh Cynthia Limanouw; seorang desainer yang focus pada batik klasik Indonesia. Karya Cynthia adalah desain batik pada bantal yang digunakan untuk meningkatkan dekorasi di Restoran Sukun. Dengan latar belakang desain grafis dan gaya busana, ia telah menyalurkan kecintaannya pada seni untuk menciptakan lini tekstil dengan nama Java East. Desain terbarunya adalah motif modern batik klasik Indonesia dengan kombinasi warna yang menyenangkan. Cynthia berbicara tentang “batik” dan menata desain baru dalam kaitannya dengan mode busana dewasa ini.

“Kami mengundang pembicara, penulis dan pengrajin yang terkemuka, untuk berbagi pengetahuan dan minat untuk Bali untuk menginspirasi kita semua. Talk show dan penampilan inspiratif untuk merayakan potensi Indonesia, ”kata General Manager Amnaya Resort Kuta Jeffrey Wibisono.

Amnaya juga menggandeng Diany Asmina Sinung, pelukis berbakat Indonesia yang akan memamerkan 12 lukisannya serta Dalang Cilik Putu Adhyaksa Narendra  Krishna ‘Narend’, yang pernah tampil di Little Big Shot Indonesia, seorang dalang muda berbakat, melakukan pertunjukan boneka tradisional khas Bali.

Amnaya Resort Kuta, hotel bintang 4 dengan 116 room, menggabungkan konsep desain interior modern-etnik dengan sentuhan alam. Sebagai brand pertama dalam serangkaian properti hotel butik berbintang yang dimiliki dan dioperasikan oleh PT Tibi, Amnaya mengusung konsep surga relaksasi di tengah-tengah energi yang ceria di distrik pariwisata paling berwarna di Bali – rasa ketenangan dan oasis di tengah Kuta Selatan, Bali.

Comment on this Article:







Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Platinium Partnership

ADVERTISEMENTS

Elite Partnership Sponsors

ADVERTISEMENTS

Premier Partnership Sponsors

ADVERTISEMENTS

Official Media Event Partner

ADVERTISEMENTS

Global Travel media endorses the following travel publication

ADVERTISEMENTS

GLOBAL TRAVEL MEDIA VIDEOS

ADVERTISEMENTS